jika dibandingkan dengan pantai-pantai yang lain di Yogjakarta, mungkin pantai ini tidak terlalu istimewa. tapi jika ingin melakukan camping/ bermalam tempat ini sangat cocok.
pantai ini sendiri juga sebuah muara untuk sebuah sungai yang notabene menurut warga Jepitu, tidak pernah kering. walaupun adalah muara sungai, tapi air sungai ini tidaklah kotor, malah sangat jernih dan sangat bersih. karena mata airnya hanya berjarak kurang dari 1km dari bibir pantai. jadi tidak ada kontaminasi oleh sampah atau sanitasi masyarakat.sehingga ketika melakukan camping di pantai ini tidak perlu susah payah mencari air bersih untuk memasak air. selain itu, kondisi yang diapit oleh dua bukit karang juga membuat suasana malam di pantai ini tidak terasa dingin, malah terkesan hangat. pada 15 April 2015 admin melakukan camping disana cuma berbekal layar yang dipinjamkan oleh warga sekaligus tukang parkir disana, kami tidak merasakan kedinginan sama-sekali. dan jika kondisi hujan, disana pun sudah ada gubuknya. selain itu juga di pinggir bukit karang tersebut dibawahnya ada gua kecil jadi tidak perlu takut ketika bermalam disini jika turun hujan. tidak seperti pantai yang lain, pasir pantai cuma ada dibibir pantai, sedangkan ketika masuk di air dipenuhi batu karang, jadi airnya dangkal. sebelum mencapai ketengah, ombak disana sangat tinggi mencapai 2,5m, jadi kami tidak bisa sampai ke tengah untuk merasakan berenang di pantai ini. tapi ombak disini sangat kencang bahkan sampai bibir pantai.
di tengah, pantai ini ada batu yang menyerupai dengan dinosaurus. saat air surut batu itu akan semakin jelas terlihat, tapi ketika air pasang dinosaurus itu akan seperti berenang di lautan. disini juga banyak sekali ikan, mulai dari ikan yang ada di sungai sampai ikan yang bersembunyi di bawah batu karang. karena airnya sangat jernih, jadi ikan-ikan itu akan terlihat sangat jelas dan indah.
untuk sampai ke sini, kita akan kesulitan karena tidak ada penunjuk jalan yang jelas. jadi untuk menuju ke sini, ambil saja jurusan pantai wedi ombo, karena nanti parkirnya ada di daerah pantai wedi ombo sebelum turunan menuju pantai wedi ombo di kiri jalan akan ada tempat parkir yang berupa rumah sederhana dari kayu, dan juga itu adalah warung. untuk semalam parkir disini, hanya membayar Rp 5.000, dan kita akan dijamu dengan sangat baik disana.
mulai dari tempat parkir perjalanan harus dilakukan dengan jalan kaki ±3km atau satu jam perjalanan. tidak ada penunjuk jalan untuk sampai ke pantai, dan rumah-rumah warga pun sudah tidak bisa dijumpai. hanya ada ladang dan jalannya pun hanya selebar setengah meter. kalau baru pertama kali kesini mungkin akan kesulitan karena sulit membedakan jalan menuju pantai greweng dan kembali ke tempat parkir. jika dalam perjalanan menemukan jalan yang cukup lebar berarti salah jalan.
dari tempat parkir akan dijelaskan kemana menuju greweng, atau si bapak akan dengan senang hati mengantarkan menuju ke pantai.
dalam perjalanan pertama akan melintasi ladang padi, dan setelah ambil pertigaan ambil jalan kiri dan perjalanan mulai menanjak. disarankan memakai sendal outdoor karena tanjakan banyak karang-karang yang tajam. setelah melewati tebing, akan tiba di hutan bakau, setelah menembus hutan bakau maka sudah sampai di pantai Greweng.
sebenarnya disebelah pantai greweng ada lagi tiga pantai yang mengapitnya, hanya saja kami tidak sempat kesana karena keterbatasan informasi dan logistik. :D
sungai yang bermuara ke pantai greweng
Koordinat pantai Greweng dari GPS adalah : S8°11'52" E110°43'7"

0 comments:
Post a Comment